TEMPO.CO, Kediri - Pemerintah Provinsi Jawa Timur
berencana mengadopsi strategi ekonomi Lembaga Dakwah Islam Indonesia
(LDII). Sistem ekonomi LDII dinilai telah teruji dan tangguh menghadapi
dinamika usaha di tengah gempuran pemodal asing.
Untuk mempelajari sistem ekonomi ini, Wakil Gubernur Jawa Timur
Syaifullah Yusuf bertandang ke Pondok Pesantren Walibarokah LDII Kediri
yang merupakan pondok LDII terbesar di Indonesia. “LDII punya
pembelajaran sistem agama yang kuat dan kemandirian ekonomi tangguh,”
kata Gus Ipul seusai bertemu dengan pengasuh pondok, Rabu 16 Desember
2015.
Menurut dia, sistem ekonomi yang dibangun di pondok ini cukup
praktis dan membumi sehingga layak diadopsi pemerintah. Ada tiga hal
penting yang mencuri perhatian Gus Ipul dari pondok ini, adalah
pendidikan agama, moral dan perilaku, serta keterampilan yang membentuk
karakter manusia yang mandiri. Hal ini sangat cocok dengan kebutuhan
masyarakat di tengah gempuran pengusaha asing di era perekonomian bebas
yang sudah di depan mata.
Ketua Pondok Pesantren Walibarokah LDII Kediri, Sunarto
mengatakan kemandirian ekonomi merupakan basis pendidikan yang diajarkan
kepada seluruh santrinya. Sudah sejak bertahun-tahun para pendiri
pondok menggagas sistem ekonomi yang syariah ini untuk menciptakan
kemandirian santri.
“Sistem ekonomi kami sudah teruji,”kata Sunarto. LDII membuka
pintu bagi Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang akan mengadopsi sistem
ekonomi mereka untuk diterapkan kepada masyarakat. Bahkan sebelum
pemerintah bertandang ke pondoknya, para dai alumnus pondok telah
ditugaskan membangun akhlak dan ekonomi masyarakat di sekitar mereka.
Menurut pantauan Tempo, sejumlah alumnus santri LDII di wilayah
Kediri memang rata-rata wiraswastawan. Di antaranya mendirikan bengkel,
toko, hingga warung makan yang dikelola secara profesional seberapa pun
kecilnya skala usaha mereka.
sumber: http://nasional.tempo.co/read/news/2015/12/16/058728352/dinilai-tangguh-jawa-timur-akan-adopsi-sistem-ekonomi-ldii
Sabtu, 26 Desember 2015
Selasa, 28 Oktober 2014
Outbond Ta'aruf Generasi Muda LDII Pacitan di Pantai Ngiroboyo
Pembinaan generasi penerus semakin
mendapat perhatian yang serius dari para sesepuh dan ulama' LDII Kabupaten Pacitan. Untuk mewujudkan
generasi penerus memiliki SDM yang tinggi agar tujuan TRI SUKSES (Berilmu, Akhlakul karimah dan
kemandirian)GENERASI
PENERUS, Dengan tercapainya TRI SUKSES GENERASI PENERUS
diharapkan menjadi generasi yang PROFESIONAL
RELIGIUS,
Salah satu kegiatan untuk mewujudkan cita-cita di atas yakni dengan mengadakan outbon ta'aruf generasi muda LDII Pacitan yang telah dilaksanakan di Pantai Ngiroboyo, Desa Sendang, kecamatan Donorojo. kegiatan tersebut diikuti oleh 100 generasi muda LDII yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Senin, 27 Oktober 2014
13 Alasan yang Membuat Anda Penasaran pada LDII
Pernahkah anda mendengar kata Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)?
LDII adalah salah satu organisasi massa (ormas) islam terbesar di
Indonesia. Perwakilan LDII ada di 34 provinsi. Ada pula di setiap
kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Bahkan, menurut data Januari
2014, warga LDII ada di 42 negara di dunia.
Dalam
dunia nyata dan dunia maya, banyak orang yang simpati pada LDII. Namun,
orang yang benci pada LDII lebih banyak lagi. Mereka (LDII Haters)
kerap menyebar hoax tentang LDII. Mereka gencar menyebar fitnah, negative campaign dan bahkan black campaign pada LDII.
Pembaca
yang budiman, sebagai orang yang awam tentang LDII, anda selayaknya
mencari informasi yang benar tentang LDII. Jangan keliru mendapatkan
informasi. Sebab di internet maupun ditengah masyarakat, berita miring
tentang LDII tak sedikit jumlahnya.
Nah, di bawah ini, penulis merangkum alasan mengapa anda perlu mencari tahu apa itu LDII. Ada 13 alasannya. Berikut uraiannya :
1. Konsisten Murnikan Agama
LDII
berupaya untuk konsisten menjaga kemurnian agama islam. LDII tidak
mentolerir mencampur adukan agama dengan hal-hal yang berbau syirik,
bid’ah, tahayul, dan khurofat. LDII sadar bahwa ibadah yang Allah SWT
terima ialah ibadah yang murni.
2. Semata Mengurus Ibadah
LDII
bertujuan untuk mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah. LDII
semata mengajak masyarakat menetapi tugas sebagai hamba Allah dimuka
bumi. LDII tidak bertujuan politis. Hanya semata urusan agama.
3. Ajak Masuk Surga Selamat dari Neraka
LDII
mengajak untuk masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka. Bagaimana
caranya? Dengan cara mentaati segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.
Juga menjauhi segala larangan Allah SWT dan Rasul-Nya.
4. NKRI Harga Mati
Sekelompok
golongan yang berupaya merongrong tegaknya Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Sedangkan bagi LDII, NKRI adalah harga mati. Bagi,
LDII pancasila adalah final. Jika ada golongan yang mencoba merongrong
NKRI, maka berhadapan dulu dengan LDII.
5. Wadahi Semua Golongan
Siapa
saja yang ingin menetapi ibadah dengan murni maka tak ada salahnya
mengikuti pengajian binaan LDII. Di dalam pengajian binaan LDII tidak
ada batasan tertentu. Tua, muda, besar, kecil, kaya, miskin, pejabat,
rakyat biasa semua boleh bergabung dengan LDII. Satu lagi, ikut LDII tak
perlu kartu anggota.
6. Sudah Lulus Ujian
Sejak
dulu hingga saat ini, LDII dicemooh dan difitnah. Bahkan kerap
dikaitkan dengan aliran terlarang. Bukannya hilang, tetapi justeru LDII
semakin berkembang dimana-mana. Ini sebagai bukti nyata akan pertolongan
Allah SWT. Seandainya, LDII memang menetapi barang batal seperti yang
dituduhkan, maka sejak dulu LDII sudah punah.
Namun,
lagi-lagi sebab pertolongan Allah, maka alhamdulillah LDII tetap eksis
dan semakin banyak orang yang simpati dan penasaran dengan ajakan LDII.
Bagaimana dengan anda?
7. Sudah Berjalan Lancar
Atas
pertolongan Allah SWT, warga LDII bisa beribadah dengan nyaman.
Masjid-masjid binaan LDII misalnya, dibangun dimana-mana. Dalam
pembangunannya, warga LDII tidak meminta sumbangan dari pemerintah.
Sarana lain, seperti sekolah, pondok pesantren, wisma tamu, dan gedung
pemuda banyak dibangun.
8. Konsisten Bina Generasi Penerus
LDII
memiliki kekhasan dalam pembinaan generasi penerus. Di seantero negeri,
remaja binaan LDII tampil sebagai generasi yang unggul. Sebab dilingkup
LDII, telah dicanangkan Program “TRI SUKSES GENERASI PENERUS”.
Ketiga Tri Sukses tersebut meliputi : 1)alim/fakih, 2)berakhlakul karimah, 3) mandiri.
Pada
level terbawah, LDII membina kanak-kanak. Dalam lingkup LDII biasa
disebut caberawit. Selanjutnya tingkat pra-remaja, remaja, profesional
muda, rumah tangga hingga lansia.
Intinya,
bagi LDII, pembinaan generasi penerus jadi harga mati. Tidak heran, di
masjid binaan LDII, rutinitas pengajian remaja sangat padat. Paling
tidak 2 kali seminggu.
9. No Smoking
Anda
ingin mengenal warga LDII? Mudah saja tekniknya. Satu caranya ialah,
anda melihat, apakah orang itu perokok atau tidak. Jika bukan perokok,
maka ada kemungkinan ia warga binaan LDII. Sebab tidak merokok, warga
LDII cenderung lebih sehat.
10. Punya Program Unggulan
LDII
banyak memiliki program unggulan. Ditingkat generasi penerus, dikenal
“Program Tri Sukses”. Juga ada program yang dinamai “Program 6 Tabiat
Luhur”. Ke-enam tabiat tersebut meliputi 2 dimensi. Satu dimensi sosial
dan satu lagi dimensi individu. Untuk dimensi sosial : rukun, kompak,
dan kerjasama yang baik. Untuk dimensi individu : jujur, amanah, dan
kerja keras lagi hemat.
11. Tak Suka Debat atau Bantah-Bantahan
Di
kehidupan nyata maupun dunia maya (dumay), LDII banyak didiskreditkan.
Tapi, warga LDII tidak melayaninya. Apa sebab? LDII menganggap
bahtah-bantahan itu tidak ada faedahnya. Bantah-bantahan itu lebih
banyak mudhorotnya.
Fitnah
terhadap LDII berseliweran dimana-mana. Tetapi, warga LDII tidak
membalas memfitnah kepada yang bersangkutan. Akhirnya, masyarakat yang
cerdas dapat membaca bahwa fitnah yang ditujukan pada LDII hanyalah
berita bohong.
12. Berbudi Pekerti yang Baik
Termasuk
ciri khas warga LDII ialah berbudi pekerti yang baik. Warga LDII dapat
dikenali dari ucapannya yang pahit madu, enak didengar. Warga LDII juga
dikenal jujur dan amanah di tempat kerja.
13. Senang Menolong sesama
Jiwa
tolong menolong LDII terlihat menonjol ditengah masyarakat. Saat momen
hari raya Idul Qurban misalnya, warga LDII memberi bantuan daging qurban
kepada masyarakat umum.
Selain
ke-13 poin diatas, sebenarnya masih banyak lagi alasan mengapa anda
sebaiknya ikut bergabung dengan pengajian LDII. Minimal anda perlu
bertabayyun (mencari kejelasan) dan klarifikasi dengan pengurus LDII
terdekat dari tempat tinggal anda.
Sabtu, 06 Juli 2013
Remaja LDII Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas
Dalam rangka menjalin tali silaturahim antara sesama remaja Lembaga
Dakwah Islam Indonesia (LDII), maka Jokam Riders Indonesia (JRI) mengadakan
kopdargab tiga provinsi yaitu Jatim, Jateng dan DIY.
Ketua Jokam Riders Indonesia (JRI) Chapter Pacitan, Wildan Nur Swi Harmoko mengatakan, kegiatan silaturahim ini sekaligus ditujukan untuk mendukung program POLRI, dengan mengusung tema tertib lalu lintas "Saya Pelopor Keselamatan Berlalulintas"
Kegiatan yang terlaksana di bawah dukungan Senkom Mitra Polri Kabupaten Pacitan ini, diikuti sebanyak 150 peserta laki-laki dan perempuan.
“Selain untuk silaturahim antar sesama remaja, kegiatan ini juga kami maksudkan sebagai kampanye safety riding,” kata Wildan.
Komunitas Pehobi Touring Roda dua yang diberi nama Jokam (Jelajah Optimal Komunitas Adventure Motorcycle) Riders Indonesia melaksanakan anjangsana dengan istilah KOPDARGAB (Kopi Darat Gabungan), yang pada pelaksanaan kali ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan pertama kali di Jogjakarta, dan Wonogiri.
“Alhamdulilah kegiatan yang ketiga kali ini dapat berlangsung dengan baik di Kota Pacitan, kota 1001 GOA, dengan peserta terdiri dari chapter dari 10 Kota dari tiga propinsi, yakni DI Yogyakarta,Jateng dan Jatim,”lanjut Wildan.
Hadir dalam kopdargab yang berlangsung dari tanggal 29 s/d 30 Juni 2013 ini, antara lain peserta dari chapter Semarang, Solo, Jogjakarta, Wonogiri, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Kediri, Banyuwangi, serta Cilegon.
Pembina JRI, H.M Ridwan, saat membuka kegiatan ini menitipkan pesan dan sejumlah materi tentang safety riding, yang dilanjutkan dengan acara keakraban. Hari kedua, diisi dengan touring wisata bahari dengan tujuan wisata Pantai Sougei dan Pantai Klayar, Jawa Timur.
Di bawah terik matahari, rombongan terus melaju dalam suasana penuh gembira, kekompakan nampak nyata tercipta antara semua chapter saat makan siang bersama yang ditutup dengan sholat berjamaah serta nasehat agama.
Sementara itu menurut penuturan Wahyu Abdillah Sulaiman selaku
Sekretaris Panitia “Anggota Patwal dari Polres Pacitan ikut mendukung
kegiatan tersebut dengan melakukan pengawalan kendaraan dan kegiatan ini
insya Allah akan berlanjut terus dengan interval 6 bulan berikutnya,
insya Allah sesi selanjutnya akan dilaksanakan di kota Semarang. Tunggu
kami di kota anda!” tutup Abdillah SulaimanMinggu, 13 Januari 2013
KEGIATAN PENGHIJAUAN 2012 DWP LDII JAWA TIMUR
DPW LDII Provinsi Jawa Timur di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada tanggal 22 Desember 2012 mengadakan acara gerakan penghijuan penanaman akhir tahun. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, kerjasama yang diawali antara MUI Provinsi Jawa Timur dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur melakukan penghijuan bersama pada tahun 2008. Penghijuan pertama dilakukan di Kabupaten Jombang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, dan terakhir ini di Kabupaten Ngawi.
Sambutan Wakil Bupati Ngawi "Penghijauan LDII Jatim"
Saya sangat bersyukur sekali dalam kesempatan kali ini bisa bertemu sekaligus bersilaturrohim dalam kegiatan penghijuan yang diprakasai oleh pimpinan-pimpinan lembaga dakwah dari MUI Jatim, LDII Jatim, PWNU Jatim, dan Muhammadiyah bisa guyub rukun bareng-bareng melaksanakan kerja nyata dalam kaitannya tugas mulia menjadi rahmat bagi seluruh alam yaitu penghijuan yang dilaksanakan di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Hal ini disampaikan wakil Bupati Ngawi Oni Anwar.
Gerakan Penghijuan juga merupakan salah satu program Bupati Kabupaten Ngawi yakni, Ngawi Ijo Royo-royo, gerakan 1 milyar pohon dan gerakan pohon asuh. Kita tidak hanya menanam saja akan tetapi kita juga memelihara, menjaga dan merawatnya sampai pohon itu tumbuh besar. Kalau lingkungannya jadi asri, lingkungan jadi nyaman, bekerjanya jadi nyaman Insya Allah rejekinya juga tambah, imbuhnya.
Program Rutin DPW LDII Jawa Timur
Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, kerjasama yang diawali antara MUI Provinsi Jawa Timur dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur melakukan penghijuan bersama pada tahun 2008. Penghijuan pertama dilakukan di Kabupaten Jombang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, dan terakhir ini di Kabupaten Ngawi.
Kemudian perkembangan berikutnya DPW LDII Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya yakni melakukan fiqh lingkungan untuk mensosialisasikan masalah pengabdian kita di dalam lingkungan. Sehingga ini menjadi ibadah ghairu mahdhah, amal jariyah ketika itu bermanfaat terhadap manusia.
Acara ditutup dengan penanaman pohon bersama-sama dengan satu satu pohon yang disebut dengan pohon Ukhuwah. Semoga ini bisa menjadi contoh dan pemicu bagi kerukunan umat beragama.
Senin, 24 Desember 2012
LDII diajak menjadi Amirul Haji
Kementerian Agama mempercayai LDII sebagai salah
satu anggota amirul hajj, bersama-sama ormas islam lainnya. Harapannya,
LDII turut memberi sumbangsih pemikiran agar pelaksanaan ibadah haji
kian baik dari masa ke masa.
Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul 11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Taka da perbincangan riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.
Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar. Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam. Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII dengan Kementerian Agama.
“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait, melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.
Adapun tugas anggota amirul hajj adalah mendampingi/mewakili amirul hajj pada kunjungan-kunjungan kerja selama di Arab Saudi, memberikan masukan evaluasi pelaksanaan tugas amirul hajj dan memberikan catatan untuk penyiapan laporan penyelenggaraan haji, “kata Abdullah Syam. Mereka akan memonitor setiap layanan yang diberikan oleh panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Tanah Suci.
Direktur
pembinaan Haji Kementerian Agama, Ahmad Kartono, mengatakan, Amirul
Hajj bukan sebagai ketua rombongan jamaah haji. Sebab, ketua rombongan
jamaah haji Indonesia sudah di lingkup kecil. Tapi, tambah dia lebih
pada perutusan jamaah haji Indonesia untuk pemerintah Arab Saudi. Soal
penunjukan merupakan kewenangan menteri agama.
Dalam melaksanakan tugasnya, kata Ahmad, amirul hajj dapat memberi instruksi langsung ke panitia dari jajaran PPIH pimpinan sampai ke sektor-sektor . Sebab, hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
Misalnya, lancar tidaknya transportasi jamaah calon haji agar proses ibadah mereka lancar. Kualitas dan kuantitas konsumsi serta pendistribusiannya, apakah sudah tepat waktu atau belum? Makanan mudah basi atau tidak, atau sudah memenuhi syarat kesehatan atau tidak, “Kami juga memantau kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, memantau tenda-tenda jamaah haji, hingga menerima masukan dan keluhan para jamaah haji”, tegas Abdullah Syam. Amirul hajj harus memastikan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam tugasnya, amirul hajj didampingi tokoh-tokoh ormas islam seperti KH. Hasyim Muzadi dan H. Ahmad Dahlan Rais sebagai naih atau wakil amirul hajj. Sebagai dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Agama RI nomor 749 tahun 2012 tentang pembentukan Amirul Hajj, Naib, Sekretaris, dan anggota pada operasional penyelenggaraan haji tahun 1433 H/2012 M, ditetapkan di Jakarta, 9 Oktober 2012.
Menurut Abdullah Syam, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauannya , kekurangan masih ada namun tak berarti dan tak mendatangkan masalah besar. “Misalnya hari pertama makan siang terlambat, namun hari selanjutnya berjalan seperti biasa,” paparnya.
Para jamaah haji dapat meningkatkan amal nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. “Dengan demikian para jamaah haji akan menjadi lentera dalam masyarakat,” paparnya.
Harapan Abdullah Syam sejalan dengan harapan Menteri Agama Suryadharma Ali, yang berharap setiap jamaah haji mampu memberikan keteladanan dan pencerahan bagi 10 orang yang ada di sekitarnya, maka setiap tahun sebanyak dua juta orang akan tercerahkan. “Sehingga apa yang digambarkan dalam Al Quran, Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun ghofur akan cepat terwujud,” kata Amirul hajj Suryadharma Ali.
Hambatan ibadah haji saat ini adalah antrian yang panjang. Untuk itu, Abdullah Syam menyarankan calon jamaah supaya memastikan bahwa biro perjalanan hajinya memang mampu terpercaya dan bertanggung jawab. Bisa memastikan kuota keberangkatan. Hal ini juga selalu disampaikan oleh DPP LDII kepada seluruh warga LDII setiap tahun, beberapa bulan sebelum datangnya bulan haji.
“Bagi yang berusia lanjut supaya menjaga kondisi agar tetap bugar, agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” ujar Abudllah Syam. Dia juga berpesan agar mereka yang sudah melaksanakan haji memberi kesempatan kepada calon jamaah haji lainnya, “Wajib ibadah haji itu kan sekali, beri kesempatan orang lain agar bisa beribadah haji,” paparnya.
Sumber : www.ldii.or.id
Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul 11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Taka da perbincangan riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.
Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar. Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam. Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII dengan Kementerian Agama.
“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait, melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.
Adapun tugas anggota amirul hajj adalah mendampingi/mewakili amirul hajj pada kunjungan-kunjungan kerja selama di Arab Saudi, memberikan masukan evaluasi pelaksanaan tugas amirul hajj dan memberikan catatan untuk penyiapan laporan penyelenggaraan haji, “kata Abdullah Syam. Mereka akan memonitor setiap layanan yang diberikan oleh panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Tanah Suci.
Dalam melaksanakan tugasnya, kata Ahmad, amirul hajj dapat memberi instruksi langsung ke panitia dari jajaran PPIH pimpinan sampai ke sektor-sektor . Sebab, hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
Misalnya, lancar tidaknya transportasi jamaah calon haji agar proses ibadah mereka lancar. Kualitas dan kuantitas konsumsi serta pendistribusiannya, apakah sudah tepat waktu atau belum? Makanan mudah basi atau tidak, atau sudah memenuhi syarat kesehatan atau tidak, “Kami juga memantau kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, memantau tenda-tenda jamaah haji, hingga menerima masukan dan keluhan para jamaah haji”, tegas Abdullah Syam. Amirul hajj harus memastikan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam tugasnya, amirul hajj didampingi tokoh-tokoh ormas islam seperti KH. Hasyim Muzadi dan H. Ahmad Dahlan Rais sebagai naih atau wakil amirul hajj. Sebagai dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Agama RI nomor 749 tahun 2012 tentang pembentukan Amirul Hajj, Naib, Sekretaris, dan anggota pada operasional penyelenggaraan haji tahun 1433 H/2012 M, ditetapkan di Jakarta, 9 Oktober 2012.
Menurut Abdullah Syam, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauannya , kekurangan masih ada namun tak berarti dan tak mendatangkan masalah besar. “Misalnya hari pertama makan siang terlambat, namun hari selanjutnya berjalan seperti biasa,” paparnya.
Warga LDII khususnya dan Jamaah haji Indonesia diharapkan bisa Meningkatkan Amal Ibadah
Abdullah Syam berharap, jamaah haji Indonesia dan warga LDII khususnya usai melaksanakan ibadah haji diharapkan makin meningkatkan kesalehan social serta meningkatkan amal nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kemabruran seorang haji ditentukan oleh pelaksanaan yang sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW, tidak dicampuri pelanggaran/dosa, dan sepulang haji akhlaqnya lebih bagus, kata-katanya lebih menyejukkan, lebih hati-hati dalam urusan dunia, dan lebih semangat dalam urusan akhirat,” kata Abdullah SyamPara jamaah haji dapat meningkatkan amal nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. “Dengan demikian para jamaah haji akan menjadi lentera dalam masyarakat,” paparnya.
Harapan Abdullah Syam sejalan dengan harapan Menteri Agama Suryadharma Ali, yang berharap setiap jamaah haji mampu memberikan keteladanan dan pencerahan bagi 10 orang yang ada di sekitarnya, maka setiap tahun sebanyak dua juta orang akan tercerahkan. “Sehingga apa yang digambarkan dalam Al Quran, Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun ghofur akan cepat terwujud,” kata Amirul hajj Suryadharma Ali.
Hambatan ibadah haji saat ini adalah antrian yang panjang. Untuk itu, Abdullah Syam menyarankan calon jamaah supaya memastikan bahwa biro perjalanan hajinya memang mampu terpercaya dan bertanggung jawab. Bisa memastikan kuota keberangkatan. Hal ini juga selalu disampaikan oleh DPP LDII kepada seluruh warga LDII setiap tahun, beberapa bulan sebelum datangnya bulan haji.
“Bagi yang berusia lanjut supaya menjaga kondisi agar tetap bugar, agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” ujar Abudllah Syam. Dia juga berpesan agar mereka yang sudah melaksanakan haji memberi kesempatan kepada calon jamaah haji lainnya, “Wajib ibadah haji itu kan sekali, beri kesempatan orang lain agar bisa beribadah haji,” paparnya.
Sumber : www.ldii.or.id
Kamis, 15 November 2012
Seminar Wanita 2012 DPW LDII Provinsi Jawa Timur
| Sambutan Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc |
DPW LDII Provinsi Jatim melalui Biro
Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggelar Seminar Wanita
dengan tema Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Melalu manajemen keuangan
yang efektif. Seminar diselenggarakan pada hari Minggu, (21/10)
bertempat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.
Peserta yang hadir adalah ibu-ibu utusan
DPD LDII Kabupaten/kota se-Jawa Timur, istri pengurus DPW LDII Provinsi
Jawa Timur, pengurus wanita DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta para
istri ulama LDII di Surabaya.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. Sri Triesnahati Ashar, Msi dari Departement Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPP LDII, serta H. Syamsul Bahtiar, A.md.
Seminar ini sendiri bertujuan supaya dalam berumah tangga, khususnya para wanita dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan baik dan benar demi tercipta keharmonisan dalam rumah tangga. Seperti diketahui bahwa, masalah dalam keluarga pasti terjadi dan kebanyakan masalah tersebut terjadi karena faktor keuangan, karena jika tidak bisa mengelolanya, maka keharmonisan keluarga akan terganggu.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. Sri Triesnahati Ashar, Msi dari Departement Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPP LDII, serta H. Syamsul Bahtiar, A.md.
Seminar ini sendiri bertujuan supaya dalam berumah tangga, khususnya para wanita dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan baik dan benar demi tercipta keharmonisan dalam rumah tangga. Seperti diketahui bahwa, masalah dalam keluarga pasti terjadi dan kebanyakan masalah tersebut terjadi karena faktor keuangan, karena jika tidak bisa mengelolanya, maka keharmonisan keluarga akan terganggu.
|
|
| Peserta Seminar Wanita |
Dalam sambutannya Ketua DPW LDII
Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, yang juga Ketua
DPP LDII mengatakan acara seminar wanita merupakan salah satu Pioneer
kegiatan di DPW LDII Provinsi Jawa Timur. diharapkan kegiatan ini dapat
menjadi suatu wadah persatuan, kerukunan dan wadah pembinaan bagi para
ibu agar dapat meningkatkan perannya sebagai tokoh penting dalam
pembinaan generasi penerus yang dimulai dari dalam keluarga sehingga
akan terlahir generasi yang berkualitas.
“Pilar dari sebuah keberhasilan pembinaan generasi yang barrier utama dan pertama adalah terlahir didalam rumah tangga dan barrier sering bertemu dengan anak adalah ibu-ibu. Maka peran ibu sangat strategis,” kata Chriswanto.
Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan barrier tidak kita mulai bisa merasakan kita berhasil untuk menyiapkan generasi-generasi kita berikutnya. Pertama kita tidak sampai ikut terlarut didalam dunia yang sekarang banyak cobaannya, Kedua menyiapkan generasi yang berkualitas dan sekarang lahirlah pimpinan-pimpinan bangsa sebagaimana yang kita lihat sekarang.
“Pilar dari sebuah keberhasilan pembinaan generasi yang barrier utama dan pertama adalah terlahir didalam rumah tangga dan barrier sering bertemu dengan anak adalah ibu-ibu. Maka peran ibu sangat strategis,” kata Chriswanto.
Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan barrier tidak kita mulai bisa merasakan kita berhasil untuk menyiapkan generasi-generasi kita berikutnya. Pertama kita tidak sampai ikut terlarut didalam dunia yang sekarang banyak cobaannya, Kedua menyiapkan generasi yang berkualitas dan sekarang lahirlah pimpinan-pimpinan bangsa sebagaimana yang kita lihat sekarang.
Harta dalam rumah tangga
merupakan salah satu amanah dan sekaligus ujian dari Allah SWT. Banyak
pantangan-pantangan didalam mengelolah keuangan didalam rumah tangga,
bagamana caranya titipan harta itu bisa dikelolah dengan sebaik-baiknya.
Bunda Sri Triesnahati memaparkan pengelolaan keuangan bisa menjadi pemicu masalah dalam keluarga. Ketidakharmonisan ini bisa mengganggu aktifitas seorang muslim dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai istri, suami, anak ataupun sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya.
Bunda Sri Triesnahati memaparkan pengelolaan keuangan bisa menjadi pemicu masalah dalam keluarga. Ketidakharmonisan ini bisa mengganggu aktifitas seorang muslim dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai istri, suami, anak ataupun sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya.
|
|
| Penyampai materi Ir. Sri Triesnahati Ashar, Msi didampingi Ir. Emie Santoso, MT |
“Sayang sekali hanya gara-gara masalah
keuangan bisa mengganggu aktifitas ibadah kita. Sehingga perlu
ketrampilan efektif bagi seorang perempuan untuk bisa menjadi manajer
yang cerdas dalam pengelolaan keuangan,” ungkap bunda Sri Triesnahati.
Islam mengajarkan untuk bersifat qona’ah, merasa cukup dan menerima apa adanya. Yang kita lihat bukan fokus pada pengeluarannya berapa akan tetapi yang dilihat pendapatnya berapa, sehingga kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran sesuai dengan pendapatan kita. Pos-pos pengeluaran perlu dioptimalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin supaya pos-pos pengeluaran semua dapat terisi.
Islam mengajarkan untuk bersifat qona’ah, merasa cukup dan menerima apa adanya. Yang kita lihat bukan fokus pada pengeluarannya berapa akan tetapi yang dilihat pendapatnya berapa, sehingga kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran sesuai dengan pendapatan kita. Pos-pos pengeluaran perlu dioptimalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin supaya pos-pos pengeluaran semua dapat terisi.
Sumber : www.ldii.or.id
Langganan:
Postingan (Atom)

