Kementerian Agama mempercayai LDII sebagai salah
satu anggota amirul hajj, bersama-sama ormas islam lainnya. Harapannya,
LDII turut memberi sumbangsih pemikiran agar pelaksanaan ibadah haji
kian baik dari masa ke masa.
Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama
Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul
11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Taka da perbincangan
riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.
Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi
Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar.
Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan
warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam.
Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII
dengan Kementerian Agama.
“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia
di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri
undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait,
melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan
jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti
catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.
Adapun tugas anggota amirul hajj adalah mendampingi/mewakili amirul
hajj pada kunjungan-kunjungan kerja selama di Arab Saudi, memberikan
masukan evaluasi pelaksanaan tugas amirul hajj dan memberikan catatan
untuk penyiapan laporan penyelenggaraan haji, “kata Abdullah Syam.
Mereka akan memonitor setiap layanan yang diberikan oleh panitia
Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Tanah Suci.

Direktur
pembinaan Haji Kementerian Agama, Ahmad Kartono, mengatakan, Amirul
Hajj bukan sebagai ketua rombongan jamaah haji. Sebab, ketua rombongan
jamaah haji Indonesia sudah di lingkup kecil. Tapi, tambah dia lebih
pada perutusan jamaah haji Indonesia untuk pemerintah Arab Saudi. Soal
penunjukan merupakan kewenangan menteri agama.
Dalam melaksanakan tugasnya, kata Ahmad, amirul hajj dapat memberi
instruksi langsung ke panitia dari jajaran PPIH pimpinan sampai ke
sektor-sektor . Sebab, hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi
untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
Misalnya, lancar tidaknya transportasi jamaah calon haji agar proses
ibadah mereka lancar. Kualitas dan kuantitas konsumsi serta
pendistribusiannya, apakah sudah tepat waktu atau belum? Makanan mudah
basi atau tidak, atau sudah memenuhi syarat kesehatan atau tidak, “Kami
juga memantau kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, memantau
tenda-tenda jamaah haji, hingga menerima masukan dan keluhan para jamaah
haji”, tegas Abdullah Syam. Amirul hajj harus memastikan peningkatan
kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam tugasnya, amirul hajj didampingi tokoh-tokoh ormas islam
seperti KH. Hasyim Muzadi dan H. Ahmad Dahlan Rais sebagai naih atau
wakil amirul hajj. Sebagai dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Agama
RI nomor 749 tahun 2012 tentang pembentukan Amirul Hajj, Naib,
Sekretaris, dan anggota pada operasional penyelenggaraan haji tahun 1433
H/2012 M, ditetapkan di Jakarta, 9 Oktober 2012.
Menurut Abdullah Syam, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari
tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauannya , kekurangan masih ada namun
tak berarti dan tak mendatangkan masalah besar. “Misalnya hari pertama
makan siang terlambat, namun hari selanjutnya berjalan seperti biasa,”
paparnya.

Warga LDII khususnya dan Jamaah haji Indonesia diharapkan bisa Meningkatkan Amal Ibadah
Abdullah Syam berharap, jamaah haji Indonesia dan warga LDII
khususnya usai melaksanakan ibadah haji diharapkan makin meningkatkan
kesalehan social serta meningkatkan amal nyata yang dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat. “Kemabruran seorang haji ditentukan oleh
pelaksanaan yang sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW, tidak dicampuri
pelanggaran/dosa, dan sepulang haji akhlaqnya lebih bagus, kata-katanya
lebih menyejukkan, lebih hati-hati dalam urusan dunia, dan lebih
semangat dalam urusan akhirat,” kata Abdullah Syam
Para jamaah haji dapat meningkatkan amal nyata yang bisa langsung
dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. “Dengan demikian para
jamaah haji akan menjadi lentera dalam masyarakat,” paparnya.
Harapan Abdullah Syam sejalan dengan harapan Menteri Agama
Suryadharma Ali, yang berharap setiap jamaah haji mampu memberikan
keteladanan dan pencerahan bagi 10 orang yang ada di sekitarnya, maka
setiap tahun sebanyak dua juta orang akan tercerahkan. “Sehingga apa
yang digambarkan dalam Al Quran,
Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun ghofur akan cepat terwujud,” kata Amirul hajj Suryadharma Ali.
Hambatan ibadah haji saat ini adalah antrian yang panjang. Untuk itu,
Abdullah Syam menyarankan calon jamaah supaya memastikan bahwa biro
perjalanan hajinya memang mampu terpercaya dan bertanggung jawab. Bisa
memastikan kuota keberangkatan. Hal ini juga selalu disampaikan oleh
DPP LDII kepada seluruh
warga LDII setiap tahun, beberapa bulan sebelum datangnya bulan haji.
“Bagi yang berusia lanjut supaya menjaga kondisi agar tetap bugar,
agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” ujar Abudllah Syam.
Dia juga berpesan agar mereka yang sudah melaksanakan haji memberi
kesempatan kepada calon jamaah haji lainnya, “Wajib ibadah haji itu kan
sekali, beri kesempatan orang lain agar bisa beribadah haji,” paparnya.
Sumber : www.ldii.or.id