Sabtu, 06 Juli 2013

Remaja LDII Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Dalam rangka menjalin tali silaturahim antara sesama remaja Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), maka Jokam Riders Indonesia (JRI) mengadakan kopdargab tiga provinsi yaitu Jatim, Jateng dan DIY.
Ketua Jokam Riders Indonesia (JRI) Chapter Pacitan, Wildan Nur Swi Harmoko mengatakan, kegiatan silaturahim ini sekaligus ditujukan untuk mendukung program POLRI, dengan mengusung tema tertib lalu lintas "Saya Pelopor Keselamatan Berlalulintas"
Kegiatan yang terlaksana di bawah dukungan Senkom Mitra Polri Kabupaten Pacitan ini, diikuti sebanyak 150 peserta laki-laki dan perempuan.
“Selain untuk silaturahim antar sesama remaja, kegiatan ini juga kami maksudkan sebagai kampanye safety riding,” kata Wildan.
Komunitas Pehobi Touring Roda dua yang diberi nama Jokam (Jelajah Optimal Komunitas Adventure Motorcycle) Riders Indonesia melaksanakan anjangsana dengan istilah KOPDARGAB (Kopi Darat Gabungan), yang pada pelaksanaan kali ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan pertama kali di Jogjakarta, dan Wonogiri.
“Alhamdulilah kegiatan yang ketiga kali ini dapat berlangsung dengan baik di Kota Pacitan, kota 1001 GOA, dengan peserta terdiri dari chapter dari 10 Kota dari tiga propinsi, yakni DI Yogyakarta,Jateng dan Jatim,”lanjut Wildan.
Hadir dalam kopdargab yang berlangsung dari tanggal 29 s/d 30 Juni 2013 ini, antara lain peserta dari chapter Semarang, Solo, Jogjakarta, Wonogiri, Pacitan, Ponorogo, Madiun, Magetan, Kediri, Banyuwangi, serta Cilegon.
Pembina JRI, H.M Ridwan, saat membuka kegiatan ini menitipkan pesan dan sejumlah materi tentang safety riding, yang dilanjutkan dengan acara keakraban. Hari kedua, diisi dengan touring wisata bahari dengan tujuan wisata Pantai Sougei dan Pantai Klayar, Jawa Timur.
Di bawah terik matahari, rombongan terus melaju dalam suasana penuh gembira, kekompakan nampak nyata tercipta antara semua chapter saat makan siang bersama yang ditutup dengan sholat berjamaah serta nasehat agama.
Sementara itu menurut penuturan Wahyu Abdillah Sulaiman selaku Sekretaris Panitia “Anggota Patwal dari Polres Pacitan ikut mendukung kegiatan tersebut dengan melakukan pengawalan kendaraan dan kegiatan ini insya Allah akan berlanjut terus dengan interval 6 bulan berikutnya, insya Allah sesi selanjutnya akan dilaksanakan di kota Semarang. Tunggu kami di kota anda!” tutup Abdillah Sulaiman


Minggu, 13 Januari 2013

KEGIATAN PENGHIJAUAN 2012 DWP LDII JAWA TIMUR

penghijauan ldii jawa timur

DPW LDII Provinsi Jawa Timur di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada tanggal 22 Desember 2012 mengadakan acara gerakan penghijuan penanaman akhir tahun. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, kerjasama yang diawali antara MUI Provinsi Jawa Timur dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur melakukan penghijuan bersama pada tahun 2008. Penghijuan pertama dilakukan di Kabupaten Jombang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, dan terakhir ini di Kabupaten Ngawi.

Sambutan Wakil Bupati Ngawi "Penghijauan LDII Jatim"

Saya sangat bersyukur sekali dalam kesempatan kali ini bisa bertemu sekaligus bersilaturrohim dalam kegiatan penghijuan yang diprakasai oleh pimpinan-pimpinan lembaga dakwah dari MUI Jatim, LDII Jatim, PWNU Jatim, dan Muhammadiyah bisa guyub rukun bareng-bareng melaksanakan kerja nyata dalam kaitannya tugas mulia menjadi rahmat bagi seluruh alam yaitu penghijuan yang dilaksanakan di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Hal ini disampaikan wakil Bupati Ngawi Oni Anwar.

Gerakan Penghijuan juga merupakan salah satu program Bupati Kabupaten Ngawi yakni, Ngawi Ijo Royo-royo, gerakan 1 milyar pohon dan gerakan pohon asuh. Kita tidak hanya menanam saja akan tetapi kita juga memelihara, menjaga dan merawatnya sampai pohon itu tumbuh besar. Kalau lingkungannya jadi asri, lingkungan jadi nyaman, bekerjanya jadi nyaman Insya Allah rejekinya juga tambah, imbuhnya.

Program Rutin DPW LDII Jawa Timur

Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, kerjasama yang diawali antara MUI Provinsi Jawa Timur dan DPW LDII Provinsi Jawa Timur melakukan penghijuan bersama pada tahun 2008. Penghijuan pertama dilakukan di Kabupaten Jombang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Blitar, Kabupaten Madiun, dan terakhir ini di Kabupaten Ngawi.

Kemudian perkembangan berikutnya DPW LDII Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya yakni melakukan fiqh lingkungan untuk mensosialisasikan masalah pengabdian kita di dalam lingkungan. Sehingga ini menjadi ibadah ghairu mahdhah, amal jariyah ketika itu bermanfaat terhadap manusia.

Acara ditutup dengan penanaman pohon bersama-sama dengan satu satu pohon yang disebut dengan pohon Ukhuwah. Semoga ini bisa menjadi contoh dan pemicu bagi kerukunan umat beragama.

Senin, 24 Desember 2012

LDII diajak menjadi Amirul Haji

 Kementerian Agama mempercayai LDII sebagai salah satu anggota amirul hajj, bersama-sama ormas islam lainnya. Harapannya, LDII turut memberi sumbangsih  pemikiran agar pelaksanaan ibadah haji kian baik dari masa ke masa.
Pesawat Airbus 330 yang membawa rombongan Amirul Hajj, menteri Agama Suryadharma Ali bersama 10 tokoh ormas islam, berangkat tepat pukul 11.00 dari bandara internasional Soekarno-Hatta. Taka da perbincangan riuh, kabin dipenuhi orang yang berdoa dengan bergumam.
Suasanan menentramkan, semua orang berdebar senang. Hanya saja bagi Ketua Umum DPP LDII Prof. DR. Abdullah Syam, ini tanggungjawab besar. Untuk pertama kalinya LDII menjadi anggota amirul hajj, “Bagi saya dan warga LDII ini adalah kepercayaan yang besar,” papar Abdullah Syam. Penunjukan LDII juga menandakan hubungan yang harmonis antara LDII dengan Kementerian Agama.
“Tugas amirul hajj disamping memimpin perutusan misi haji Indonesia di tanah suci, beliau juga mengadakan rapat-rapat, menghadiri undangan-undangan dan atau melakukan pertemuan dengan instansi terkait, melakukan peninjauan ke tempat-tempat pemondokan maupun perkemahan jamaah haji dan ke tempat pelayanan: seperti catering dan kesehatan. Juga memimpin pelaksanaan wukuf dan melakukan evaluasi semua kegiatan.
Adapun tugas anggota amirul hajj adalah mendampingi/mewakili amirul hajj pada kunjungan-kunjungan kerja selama di Arab Saudi, memberikan masukan evaluasi pelaksanaan  tugas amirul hajj dan memberikan catatan untuk penyiapan laporan penyelenggaraan haji, “kata Abdullah Syam. Mereka akan memonitor setiap layanan yang diberikan oleh panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Tanah Suci.
ldii anggota amirul hajj 2012Direktur pembinaan Haji Kementerian Agama, Ahmad Kartono, mengatakan, Amirul Hajj bukan sebagai ketua rombongan jamaah haji. Sebab, ketua rombongan jamaah haji Indonesia sudah di lingkup kecil. Tapi, tambah dia lebih pada perutusan jamaah haji Indonesia untuk pemerintah Arab Saudi. Soal penunjukan merupakan kewenangan menteri agama.
Dalam melaksanakan tugasnya, kata Ahmad, amirul hajj dapat memberi instruksi langsung ke panitia dari jajaran PPIH pimpinan sampai ke sektor-sektor . Sebab, hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun depan.
Misalnya, lancar tidaknya transportasi jamaah calon haji agar proses ibadah mereka lancar. Kualitas dan kuantitas konsumsi serta pendistribusiannya, apakah sudah tepat waktu atau belum? Makanan mudah basi atau tidak, atau sudah memenuhi syarat kesehatan atau tidak, “Kami juga memantau kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, memantau tenda-tenda jamaah haji, hingga menerima masukan dan keluhan para jamaah haji”, tegas Abdullah Syam. Amirul hajj harus memastikan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
Dalam tugasnya, amirul hajj didampingi tokoh-tokoh ormas islam seperti KH. Hasyim Muzadi dan H. Ahmad Dahlan Rais sebagai naih atau wakil amirul hajj. Sebagai dasar hukumnya adalah Keputusan Menteri Agama RI nomor 749 tahun 2012 tentang pembentukan Amirul Hajj, Naib, Sekretaris, dan anggota pada operasional penyelenggaraan haji tahun 1433 H/2012 M, ditetapkan di Jakarta, 9 Oktober 2012.
Menurut Abdullah Syam, pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Berdasarkan pemantauannya , kekurangan masih ada namun tak berarti dan tak mendatangkan masalah besar. “Misalnya hari pertama makan siang terlambat, namun hari selanjutnya berjalan seperti biasa,” paparnya.

ldii anggota amirul hajj 2012

Warga LDII khususnya dan Jamaah haji Indonesia diharapkan bisa Meningkatkan Amal Ibadah

Abdullah Syam berharap, jamaah haji Indonesia dan warga LDII khususnya usai melaksanakan ibadah haji diharapkan makin meningkatkan kesalehan social serta meningkatkan amal nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kemabruran seorang haji ditentukan oleh pelaksanaan yang sesuai dengan tuntunan Rosulullah SAW, tidak dicampuri pelanggaran/dosa, dan sepulang haji akhlaqnya lebih bagus, kata-katanya lebih menyejukkan, lebih hati-hati dalam urusan dunia, dan lebih semangat dalam urusan akhirat,” kata Abdullah Syam
Para jamaah haji dapat meningkatkan amal nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat yang ada di sekitarnya. “Dengan demikian para jamaah haji akan menjadi lentera dalam masyarakat,” paparnya.
Harapan Abdullah Syam sejalan dengan harapan Menteri Agama Suryadharma Ali, yang berharap setiap jamaah haji mampu memberikan keteladanan dan pencerahan bagi 10 orang yang ada di sekitarnya, maka setiap tahun sebanyak dua juta orang akan tercerahkan. “Sehingga apa yang digambarkan dalam Al Quran, Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun ghofur akan cepat terwujud,” kata Amirul hajj Suryadharma Ali.
Hambatan ibadah haji saat ini adalah antrian yang panjang. Untuk itu, Abdullah Syam menyarankan calon jamaah supaya memastikan bahwa biro perjalanan hajinya memang mampu terpercaya dan bertanggung jawab. Bisa memastikan kuota keberangkatan. Hal ini juga selalu disampaikan oleh DPP LDII kepada seluruh warga LDII setiap tahun, beberapa bulan sebelum datangnya bulan haji.
“Bagi yang berusia lanjut supaya menjaga kondisi  agar tetap bugar, agar bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” ujar Abudllah Syam. Dia juga berpesan agar mereka yang sudah melaksanakan haji memberi kesempatan kepada calon jamaah haji lainnya, “Wajib ibadah haji itu kan sekali, beri kesempatan orang lain agar bisa beribadah haji,” paparnya.

Sumber : www.ldii.or.id

Kamis, 15 November 2012

Seminar Wanita 2012 DPW LDII Provinsi Jawa Timur

seminar wanita ldii jatim
Sambutan Ketua DPW LDII Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc
DPW LDII Provinsi Jatim melalui Biro Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggelar Seminar Wanita dengan tema Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Melalu manajemen keuangan yang efektif. Seminar diselenggarakan pada hari Minggu, (21/10) bertempat di Aula Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya.
Peserta yang hadir adalah ibu-ibu utusan DPD LDII Kabupaten/kota se-Jawa Timur, istri pengurus DPW LDII Provinsi Jawa Timur, pengurus wanita DPW LDII Provinsi Jawa Timur, serta para istri ulama LDII di Surabaya.

Seminar ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Dra Hj. Sri Kartini dari Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. Sri Triesnahati Ashar, Msi dari Departement Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPP LDII, serta H. Syamsul Bahtiar, A.md.

Seminar ini sendiri bertujuan supaya dalam berumah tangga, khususnya para wanita dapat mengelola keuangan rumah tangga dengan baik dan benar demi tercipta keharmonisan dalam rumah tangga. Seperti diketahui bahwa,  masalah dalam keluarga pasti terjadi dan kebanyakan masalah tersebut  terjadi karena faktor keuangan, karena jika  tidak bisa mengelolanya, maka keharmonisan keluarga akan terganggu.
seminar wanita ldii jatim
Peserta Seminar Wanita
Dalam sambutannya Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, yang juga Ketua DPP LDII mengatakan acara seminar wanita merupakan salah satu Pioneer kegiatan  di DPW LDII Provinsi Jawa Timur. diharapkan kegiatan ini dapat menjadi suatu wadah persatuan, kerukunan dan wadah pembinaan bagi para ibu agar dapat meningkatkan perannya sebagai tokoh penting dalam pembinaan generasi penerus yang dimulai dari dalam keluarga sehingga akan terlahir generasi yang berkualitas.

“Pilar dari sebuah keberhasilan pembinaan generasi yang barrier utama dan pertama adalah terlahir didalam rumah tangga dan barrier sering bertemu dengan anak adalah ibu-ibu.  Maka peran ibu sangat strategis,” kata Chriswanto.

Menurut Chriswanto, dalam banyak seminar disebutkan barrier tidak kita mulai bisa merasakan kita berhasil untuk menyiapkan generasi-generasi kita berikutnya. Pertama kita tidak sampai ikut terlarut didalam dunia yang sekarang banyak cobaannya, Kedua menyiapkan generasi yang berkualitas dan sekarang lahirlah pimpinan-pimpinan bangsa sebagaimana yang kita lihat sekarang.
Harta dalam rumah tangga merupakan salah satu amanah dan sekaligus ujian dari Allah SWT. Banyak pantangan-pantangan didalam mengelolah keuangan didalam rumah tangga, bagamana caranya titipan harta itu bisa dikelolah dengan sebaik-baiknya.
Bunda Sri Triesnahati  memaparkan pengelolaan keuangan bisa menjadi pemicu masalah dalam keluarga. Ketidakharmonisan ini bisa mengganggu aktifitas seorang muslim dalam melaksanakan fungsinya, baik sebagai istri, suami, anak ataupun sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya.
seminar wanita ldii jatim
Penyampai materi Ir. Sri Triesnahati Ashar, Msi didampingi Ir. Emie Santoso, MT
“Sayang sekali hanya gara-gara masalah keuangan bisa mengganggu aktifitas ibadah kita. Sehingga perlu ketrampilan  efektif bagi seorang perempuan untuk bisa menjadi manajer yang cerdas dalam pengelolaan keuangan,” ungkap bunda  Sri Triesnahati.

Islam mengajarkan untuk bersifat qona’ah, merasa cukup dan menerima apa adanya. Yang kita lihat bukan fokus pada pengeluarannya berapa akan tetapi yang dilihat pendapatnya berapa, sehingga kita bisa mengatur pos-pos pengeluaran sesuai dengan pendapatan kita. Pos-pos pengeluaran perlu dioptimalkan dan dimanfaatkan sebaik mungkin supaya pos-pos pengeluaran semua dapat terisi.

Sumber : www.ldii.or.id

LDII DAN PB NU Sepakat kerjasama tanggulangi Radikalisasi

 Semarang,14/ 10 - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sepakat bekerjasama dalam program deradikalisasi. Hal itu diwujudkan dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di halaman masjid al Wali Jl Fatmawati, Ketileng, Semarang Timur.

Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengajak masyarakat untuk mewaspadai upaya penyebaran paham radikalisme yang menggunakan jejaring sosial di internet. "Mereka menyebarkan paham-paham radikal ini, terutama melalui internet, buku-buku," kata Abdullah Syam.

Menurutnya, langkah untuk menanggulangi penyebaran paham radikal melalui internet itu tidak bisa dilakukan dengan cara-cara kekerasan, melainkan harus dengan langkah persuasif yang juga menggunakan media internet. Penyebaran paham radikal, juga bisa dilakukan lewat garis keturunan atau hubungan keluarga dengan menanamkan rasa kebencian dan permusuhan kepada apa saja yang mereka definisikan sebagai musuh.

Karena itu, Abdullah Syam mengemukakan pentingnya pemberdayaan seluruh komponen masyarakat, antara lain ulama, organisasi kemasyarakatan, dan kepemudaan untuk menangkal dan menanggulangi penyebaran paham radikal. “LDII sendiri akan terus membantu pemerintah hingga ke tingkat anak cabang dan untuk membantu pemerintah desa atau kelurahan guna menditeksi gejala radikalisme. Selain itu,Kita juga akan melakukan da’wah yang menyejukan dan mempersatu kekokohan NKRI,”tambah Abdullah Syam.

Sementara itu, Ketua Umum PB NU Said Agil Sirodj menjelaskan perlunya kekuatan sipil untuk membantu pemerintah dalam mengatasi radikalisme yang berkembang saat ini."Sekuat apapun pemerintah tetap butuh civil society. Kami (NU) siap bekerja sama dengan siapapun, TNI, POLRI ataupun ormas lainnya," kata ketua umum PBNU Said Agil Sirodj usai penandatangan MoU, Minggu (14/10/2012).

Selain deradikalisasi, kerjasama juga meliputi Pendidikan, Lingkungan Hidup, Penanggulangan Bencana, Kedaulatan Pangan, Menjaga tegaknya NKRI. Bagi Said Agil, NU dan LDII memiliki kesepahaman terkait islam radikal. Menurutnya, gerakan radikal bukan budaya Indonesia. Ia menyebut bahwa sejarah Islam Nusantara yang dibawa wali songo mengajarkan islam melalui jalan damai yaitu seni ataupun budaya. Islam radikal yang beredar di Indonesia menurutnya paham impor.

Said Agil menambahkan saat ini umat islam harus waspada terhadap segala bentuk radikalisme yang dimasukan secara halus sehingga antar umat islam sendiri saling bergesekan tanpa terasa. Oleh karenanya, PB NU dan LDII mengawali kerjasama ini sehingga dapat dilanjutkan dengan ormas Islam lainnya.

“Kerjasama ini merupakan awal bagi kita semua umat islam untuk kembali bersatu dan tidak mudah termakan berbagai isu yang berupaya untuk memecah belah baik secara kasat mata ataupun dengan bujukan halus melalui berbagai program,”tegas Said Agil. Ketua DPP LDII Abdullah Syam menuturkan pentingnya sinergitas antar organisasi masyarakat (ormas). Dengan adanya mou ini, pihaknya berjanji akan belajar banyak dari ormas NU yang memang sudah lebih dulu lahir.

"Nanti mungkin perlu forum untuk organisasi besar semisal NU, Muhammadiyah dan kami, untuk kerjasama ke depan," ucapnya. Ketua DPP LDII Abdullah Syam menuturkan pentingnya sinergitas antar organisasi masyarakat (ormas). Dengan adanya mou ini, pihaknya berjanji akan belajar banyak dari ormas NU yang memang sudah lebih dulu lahir.

"Nanti mungkin perlu forum untuk organisasi besar semisal NU, Muhammadiyah dan kami, untuk kerjasama ke depan," ucapnya.

Sumber : www.ldii.or.id