Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pacitan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

LDII Turut Hadiri Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI 2012

Tasikmalaya – DPP LDII mendapatkan undangan pembukaan dan undangan sebagai peserta pada Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia ke-IV diselenggarakan di Pesantren Cipasung,Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat yang berlangsung pada tanggal 29 juni sampai 2 Juli 2012.DPP LDII mengirimkan 3 sebagai undangan pembukaan dan 2 orang sebagai peserta, yaitu: Wakil Ketua Majelis Taujih Wa Al-Irsyad dan Anggota Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah KH Abdul Azis Ridwan Al-Hafidz dalam acara itu duduk di Komisi A yang membahas masail asasiyyah wathaniyyah (masalah strategis kebangsaan) dan Ustad Wilnan Fatahilah, S.Hi.
Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia ke-IV ini diikuti oleh 750 peserta dari pengurus MUI Pusat dan MUI propinsi se-Indonesia, Komisi fatwa se-indonesia, kanwil Kemenag se-Indonesia, perguruan tinggi, Ulama-ulama dari luar negeri dan perwakilan ormas-ormas Islam tingkat pusat. Ormas-ormas yang tercatat dalam daftar peserta Ijtima' Ulama di antaranya NU, Muhammadiyah, DDII, Dewan Masjid Indonesia, Al Irsyad, Persis, Hidayatullah, Perti dan sejumlah 'ormas senior' lainnya di Indonesia.
Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden Prof. DR. Boediono sore itu.
Laman resmi wapres menyebutkan pertemuan Komisi Fatwa yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Acara ini semula akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono namun kemudian ditugaskan ke Wapres karena Kepala Negara akan ada acara di Bandung.Para pemateri diantaranya adalah Menteri Agama dan menteri BUMN. Ada beberapa tema yang akan dibahas dalam pertemuan itu, di antaranya masalah strategis kebangsaan yang meliputi, etika berdemonstrasi dan berekspresi, pemilihan umum kepala daerah, dan implementasi konsep HAM dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  
Adapun untuk masalah  sosial keagamaan kontemporer akan dibahas sejumlah permalasahan, antara lain, talak di luar pengadilan, salat jumat di gedung serbaguna, nikotin sebagai bahan permen pengganti rokok, hukuman bagi pengedar dan penyalahguna narkoba, formalin dan bahan kimia berbahaya untuk pangan, vasektomi, tindak pidana pencucian uang, serta perampasan aset milik pelaku tindak pidana korupsi yang semuannya secara rinci berjumlah 23 masalah dan dibahas dalam 4 (empat) sidang komisi.
Sementara itu, di luar arena Ijtima Ulama, di Jalan Raya Muktamar NU XXIX Cipasung, LDII Jawa Barat dan Tasikmalaya memasang tiga spanduk ucapan selamat atas terselenggaranya Ijtima' Ulama MUI. Ketiga spanduk itu telah terpasang sejak sebelum pembukaan ijtima' ulama dilakukan pada Jumat sore (29/6/2012) lalu.(sisca)
Sumber: Diambil dari berbagai sumber

Kamis, 28 Juni 2012

Cinta Alam Indonesia (CAI) Generus LDII Kab. Pacitan Tahun 2012


Kata CAI tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga para Generasi Muda LDII kabupaten Pacitan. CAI, ialah kependekan dari Cinta Alam Indonesia yang sering terdengar ditelinga kita terutama pada bulan Juli setiap tahunnya. Dengan husnudzon bahwa kita semua sudah mengenal apa dan bagamana CAI ini. Untuk di DPD Kabupaten Pacitan kegiatan penyampaian makalah dilaksanakan di komplek Kantor DPD LDII Kabupaten Pacitan pada tanggal 6 - 8 Juli Tahun 2012.

Yayasan Cinta Alam Indonesia (CAI) setiap tahun mengadakan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (PERMATA) Cinta Alam Indonesia (CAI) di Bumi Perkemahan CAI "KOSAMBIWOJO" dusun Komboh desa Sambirejo kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dan duta dari asli warga Vietnam, Malaysia, Kamboja & Singapore.
PERMATA CAI (Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia) merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sejak tahun 1979, yang mengusung tema ”Peningkatan Keimanan, Ketakwaan kepada Tuhan SWT dan serta kualitas akhlak pemuda dan pelajar dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia untuk mengisi pembangunan di bumi serumpun sebalai” dengan tujuan untuk membentuk pribadi yang alim, ber’akhlakul karimah dan memiliki kemandirian Ekonomi.

CAI merupakan kegiatan rutin tahunan, namun sejauh mana kita memahami makna CAI sendiri?
Alam Indonesia ini merupakan anugerah Allah yang sangat besar bagi bangsa ini. Matahari yang bersinar setiap tahunnya, hujan yang datang pada waktunya sudah cukup menghasilkan hamparan keindahan di seluruh Indonesia.
Alam Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan yang bisa kita dapatkan di bumi ini. Mengingat keindahan alam ini tentunya masing-masing dari kita akan langsung merujuk kepada tempat-tempat atau lokasi-lokasi yang indah, romantis dan menarik seperti perkebunan teh di Lembang, Subang, Pangalengan, atau alam Tangkuban perahu dan bahkan banyak tempat-tempat lainnya yang biasanya di pilih untuk pengajian UNIK.
Cinta Alam Indonesia diluar dari kegiatan penyampaian makalah dan kemping, tentunya harus selalu berada di dalam benak kita, tanpa mengenal waktu (bukan karena kemarin pulau kita diambil negara lain baru cinta kita menggebu-gebu), tanpa mengenal tempat (bukan karena sekarang tinggal di luar negeri baru kita cinta) atau keadaan (bukan karena kemarin ada acara muda mudi di puncak baru kita cinta). Cinta alam indonesia itu harus mendarah mendaging, mbalung sum-sum, terutama dalam setiap aliran darah remaja Indonesia.

Sabtu, 26 Mei 2012

Silaturahim Pengurus DPW LDII Jatim & PWNU Jatim



Di penghujung Januari 2012, beberapa pengurus DPW LDII Jatim bersilaturahim dengan pengurus PWNU Jatim. Pertemuan berlangsung di kantor PWNU Jatim selasa siang (31/1). Rombongan LDII dipimpin oleh Ketua DPW LDII Jatim, Ir. Chriswanto Santoso, MSc. Disertai oleh Wakil Ketua Dewan Penasehat, H. Rofiq Kusumodilogo dan sembilan pengurus harian lainnya. Sedangkan pihak PWNU yang menyambut adalah Ketua Tandfiziyah PWNU, KH. Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM dan wakilnya KH. Abdul Wahid Asa. Disertai Sekretaris Drs Masyhudi Mukhtar, MBA dan wakilnya.
Dalam sambutannya, Chriswanto memaparkan dua maksud yakni membangun komunikasi dengan PWNU agar umat Islam tidak lagi menjadi obyek tetapi menjadi subyek. Kedua, silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP LDII pasca silaturahim dengan PBNU beberapa waktu lalu.
Ada lima hal yang menjadi pokok pemikiran dalam instruksi DPP LDII. Pertama, menciptakan suasana yang kondusif untuk menciptakan deradikalisasi. Kedua, membangun pendidikan. Hal ini didasari adanya kesenjangan antara pendidikan yang diselenggarakan oleh Diknas dan Kementrian Agama. Ketiga, mewujudkan ketahanan pangan. Sebagai umat mayoritas, Islam haruslah memiliki sistem pengendalian ketahanan pangan. Keempat, penanggulangan bencana (lingkungan hidup). Dalam bidang lingkungan hidup, LDII telah melakukan berbagai gerakan penghijauan hingga akhir 2011 lalu. Kelima, komitmen bahwa NKRI adalah keputusan final.
Untuk membuka peluang kerjasama dengan PWNU Jatim, Ketua DPW LDII Jatim tersebut menawarkan adanya jaringan LDII di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Tawaran  ini disambut positif oleh Ketua PWNU Jatim. Dengan syarat semua tindak lanjut kerjasama haruslah konkret. “LDII harus mampu menunjukkan bahwa LDII telah berubah. Pilihlah para pemimpin yang bisa memahami pihak di luar LDII,” papar beliau.
“Kondisi riil menunjukkan bahwa masih banyak kalangan bawah NU yang belum memahami LDII,” lanjut  Ketua PWNU Jatim. Untuk itu harus dikembangkan sikap tabayyun, berupa sosialisasi tentang LDII agar bisa menyentuh kalangan bawah NU, tidak hanya di jajaran pengurus wilayah. Dengan demikian kebuntuan komunikasi dan koordinasi akan hilang sehingga bisa meminimalkan timbulnya fitn
 Sumber: http://islamictribune.wordpress.com

Diklat Organisasi LDII Jatim 2012

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Jatim telah mengadakan Diklat Organisasi yang dilaksanakan di bumi perkemahan Kosambiwojo (Kombo, Sambi, Wonosalam, Jombang). Pelatihan digelar 2 hari yakni tanggal 25 s.d 26 Februari 2012 di Pendopo utama, pesertanya berasal dari utusan masing- masing DPD LDII se Jawa Timur yang terdiri Ketua dan Sekretaris, Pengusaha serta Pimpinan Cabang (PC), Hadir sebagai keynote speaker adalah Ketua DPW LDII Prov. Jatim Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc, Didik Tondo Susilo, BE, SH, MH., Dewan Penasehat DPP LDII KH. Kasmudi As-Shiddiqi, SE, M.Ak., Ir. Wildy Istimror. Tema dari diklat organisasi ini adalah "Komunikasi Organisasi".
Kegiatan mendapatkan antusiame yang luar biasa dari para peserta karena dapat menambah pengetahuan tentang manageman organisasi yang baik sehingga bisa membawa LDII menjadi salah satu organisasi yang profesional dibidang dakwah.